Pabrik wajan digerebek akibat sekap buruh berbulan-bulan

polres kota tangerang, banten, menggerebek industri wajan di kampung bayur opak rt03/06, desa lebak wangi, kecamatan sepatan timur, kabupaten tangerang, sebab menyekap para buruh juga mempekerjakan tanpa diberikan pesangon.

kasatreskrim polres kota tangerang, kompol shinto silitonga di tangerang, sabtu, menyatakan industri rumahan dengan pemilik atas nama jk (40 tahun) itu sudah beroperasi lebih daripada 1,5 tahun melalui angka pekerja sebanyak 25 orang.

terbongkarnya jumlah itu berawal daripada dua buruh asal lampung dan sudah bekerja di 4 bulan, berhasil melarikan diri dari tempatnya berusaha.

alasannya karena menyimpan alami siksaan, perlakuan kasar, penyekapan dan tak ada pemberian hak - hak buruh dari majikan selama bekerja.

Informasi Lainnya:

kedua buruh tersebut bercerita terhadap keluarganya juga melalui difasilitasi lurah setempat, mencari catatan polisi pada polres lampung utara pada tanggal 28 april 2013, melalui persangkaan perampasan kemerdekaan pihak dan penganiayaan, sbgmana dimaksud pasal 333 kuhp dan pasal 351 kuhp.

lalu, keluarga juga melaporkan angka tersebut ke komnas ham. dari hasil koordinasi melalui polda metro - polda lampung serta polresta tangerang, dengan begini dilakukan pengecekan lapangan.

dari hasil pengecekan, kemudian ditemui fakta lapangan juga membawa 25 buruh, lima mandor, pemilik usaha atas nama jk serta istrinya bersama kades desa lebak wangi ke mapolres agar dimintai keterangan, katanya.

dari hasil pengecekan, website upaya-upaya industri itu tak mempunyai ijin industri daripada dinas pemda kabupaten tangerang, namun cuma banyak surat keterangan usaha daripada kecamatan cikupa. padahal, jaraknya banyak kecamatan sepatan, katanya.

lalu, kepolisian serta menemui tempat istirahat buruh berupa ruang tertutup patokan 8 meter x 6 meter, tidak ranjang tidur, cuma alas tikar, kondisi pengab, lembab, gelap, terkandung fasilitas kamar mandi dan jorok dan tak terawat.

tak cuma itu, sederat peralatan berupa hp, dompet, uang, serta pakaian dan dibawa buruh saat awal berusaha disita dengan jk juga disimpan istrinya tidak argumentasi dan gamblang. buruh serta tak memperoleh gaji dalam dua bulan melalui besaran 600 ribu per bulannya, ujarnya.

polisi pun mencari enam buruh disekap, dengan kondisi dikunci daripada luar, pakaian dan digunakan cenderung kumal, tidak diganti berbulan-bulan, robek dan jorok.

kondisi badan buruh serta tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kecantikan semisal kurap serta gatal - gatal juga tampak tidak sehat.

selama berusaha, buruh diperlakukan kasar serta tidak manusiawi, hak - hak mengenai kesehatan, hak agar komunikasi diabaikan dengan pemilik usaha. terdapat 4 buruh yang baru berumur 17 tahun berstatus anak - putri, ujarnya.

shinto mengatakan, daripada hasil penyidikan, persentasi tersebut merupakan tindak pidana makanya mesti dilakukan aksi tegas.

hal itu merujuk daripada hasil rekonstruksi manakala kaum buruh mengalami kekerasan fisik melalui cara ditampar, ditendang, disundut rokok hingga disiram air panas. pelaku yaitu pemilik usaha serta rekan lainnya, katanya.